Indeks Pembangunan Gender (IPG) adalah salah satu ukuran tingkat keberhasilan capaian pembangunan yang sudah mengakomodasikan persoalan gender di lihat dari tiga aspek capaian dasar manusia yaitu kesehatan, pendidikan dan pendapatan ekonomi. Pendidikan merupakan cara efektif dalam membentuk karakter dan mindset bangsa, termasuk kaum perempuan.
Sekolah untuk perempuan menjadi mandiri dan terlatih yang selanjutnya disebut Sekuntum Melati adalah wadah bagi perempuan mendapatkan bimbingan, pendidikan dan pelatihan untuk mendapatkan pengetahuan dan keahlian guna meningkatkan kesejahteraan keluarga dan merupakan lembaga pendidikan pertama khusus perempuan di Bangka Belitung. Sekolah Perempuan Sekuntum Melati merupakan Sekolah Perempuan Pertama Kepulauan Bangka Belitung yang di inisiasi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung beserta Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan melibatkan UN Women dan OK OCE Fondation Indonesia.
Sekolah untuk perempuan jadi mandiri dan terlatih ini merupakan pilot project yang berada di Desa Rukam Kabupaten Bangka dan Desa Jelutung II Kabupaten Bangka Selatan. Pertimbangan pemilihan dua desa tersebut berdasarkan indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks pembangunan Ekonomi, dan Indeks Kesehatan yang masih rendah. Seperti di Desa Jelutung II, hanya 8% dari 1.492 perempuan usia produktif (15-64 tahun) yang bekerja. Sekolah Perempuan ini hadir sebagai wadah persemaian perempuan-perempuan di dua desa tersebut agar menjadi mandiri, memiliki karakter, jiwa entrepreneurship yang dapat membantu keluarga.
Dengan memberikan hak pendidikan dan pelatihan kepada kaum perempuan maka, pemberdayaan perempuan melalui sekolah yang diluncurkan pada 20 Februari 2020 lalu dapat dimaksimalkan sehingga mampu menciptakan kemandirian terhadap ekonomi keluarga. Hal ini tentu berdampak positif bagi kesejahteraan keluarga dan bangsa. Ini merupakan salah satu komitmen dan upaya untuk menjadikan perempuan-perempuan Bangka Belitung semakin berdaya terutama membangun ekonomi keluarga. Sebagai sekolah pendidikan bagi kaum perempuan, konsep, kurikulum, dan metode pembelajaran yang diterapkan di Sekolah Perempuan Sekuntum Melati berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya, disesuaikan dengan kebutuhan perempuan sebagai ibu-ibu yang memiliki bermacam-macam potensi. Dengan tekad dan semangat untuk memberikan dukungan kepada perempuan-perempuan Bangka Belitung dalam meningkatkan kompetensinya. Hambatan internal maupun eksternal dapat dilalui, sehingga ke depannya, sekolah perempuan ini harus tetap eksis dan jumlah pesertanya semakin banyak guna meningkatkan kontribusi dan partisipasi kaum perempuan diberbagai bidang kehidupan baik ekonomi, politik maupun sosial.
Tujuan Inovasi Daerah
1. Membangun motivasi perempuan untuk maju
2. Mengembangkan potensi perempuan agar menjadi mandiri dan terlatih
3. Meningkatkan kemampuan perempuan untuk berwirausaha
4. Meningkatkan kemampuan perempuan pelaku usaha mikro menjadi pengusaha kecil
5. Membangun perempuan untuk berproduksi dalam mengembangkan usaha
6. Membangun legalitas usaha
Manfaat Yang Diperoleh
1. Kaum perempuan di desa menjadi mandiri dan terlatih sesuai potensi yang ada di desa mereka;
2. Meningkatnya pendapatan ekonomi keluarga;
3. Meningkatnya kualitas hidup dan peran perempuan.
Hasil Inovasi
1. Kolaborasi penta helix guna terciptanya kemandirian dalam membangun ekonomi keluarga utamanya di pedesaan.
2. Pemahaman tentang pola asuh anak yang benar, higienitas, pembentukan karakter kemandirian, jiwa kewirausahaan, pencegahan pernikahan anak.